source: thriftsandthreads/instagram

Hai! Pas banget nih kamu di sini. Hari ini Get Diskon akan membahas mengenai fenomena social climber yang akhir-akhir ini menjamur bak penyakit menular. Buat kamu yang belum ngeh apa artinya, chill out, because we are gonna start from the scratch here!

So, social climber adalah istilah untuk seseorang yang ingin mendapat pengakuan status yang tinggi di lingkungan di mana dia bersosialisasi. Lebih tepatnya mereka memaksakan segala cara agar dianggap sepadan dengan orang kelas atas. In this case, they are trying too hard to climb up the social leader, makanya disebut dengan panggilan social climber.

Social climber pada umumnya cukup obvious untuk dikenali, karena tujuan utama mereka adalah mendapat perhatian publik dengan gaya setinggi langit. Makanya, hal pertama yang bisa diperhatikan adalah gaya hidup yang serba glamor, yang penting blink-blink nan sparkling! Terihat mewah memang tidak ada salahnya, tapi mereka ingin meraihnya dengan instan dan dengan cara apapun, walaupun mungkin dompet tidak mendukung.

source:eonline.com

Ada pula obsesi yang berlebihan terhadap barang branded. Mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala pokoknya harus bermerek, yah setidaknya terlihat mahal biar lebih bergengsi. Social climber akan merasa gelisah dan tidak PD kalau penampilan mereka tidak mencerminkan gaya hidup yang mereka inginkan. Padahal, tentu lebih baik tampil dengan gaya yang menecerminkan diri kita banget yang penting #happyapaadanya, setuju?

Nah, yang tidak kalah krusial adalah gaya hidup yang dimiliki si social climber. Dari pakaian sampai tempat dan temen nongkrong, harus diupload di media sosial mereka. Ibaratnya, if it’s not posted then it doesn’t exist, deh. Semua effort dari tenaga dan uang yang mereka keluarkan demi pengakuan sosial tidak layak diakui tanpa bukti nyata melalui postingan ‘mahal’ ini, guys.  

Pertanyaannya, apakah kamu akan diem aja kalau kamu atau temen kamu mulai menunjukkan gejala penyakit sebagai social climber seperti di atas? Well, it’s your call, and nothing is too late.

Nah biar gak tertular dengan perilaku si social climber, mending sama-sama bawa #happyapaadanya aja, karena yang penting stay happy, stay classy and be yourself, ya!

Artikel oleh Filine J.

Comments

comments