source: news.mit.edu

Pas lagi jalan – jalan iseng, lewat depan toko. Wahhh ada produk baru. Sekali liat langsung jatuh hati, bagus bangeeet!! Lagi diskon 20%, lumayan nih. Ya, ga perlu – perlu banget sih, tapi… duh, bagus banget deh beneran. Akhirnya… beli deh!

Familiar sama kejadian di atas? Yup, banyak dari kita yang pernah ngalamin. Inilah yang namanya impulse buying, alias belanja di luar rencana karena dorongan atau impuls yang tidak bisa ditahan lagi; si biang kerok yang bikin kita sedu sedan di tanggal tua.

Duh, Kenapa Bisa Gini Sih?

Ternyata banyak faktor yang bikin kita suka belanja di luar rencana, bisa dari dalam diri kita, tapi bisa juga dari luar diri kita. Berikut beberapa faktor umum yang suka bikin ‘khilaf’ dalam berbelanja:

  1. Status Sosial

source: fashionbuzzer.com

Sebagai manusia, wajar kalau kita memperhatikan status sosial. Apalagi penampilan fisik atau barang prestige yang bisa bikin kita makin pe-de. Akibatnya, kita belanja ini itu yang sebenarnya ‘kurang’ penting, tapi tampak sangat penting karena sepertinya barang – barang itu menambah status kita.

  1. Emosi

source: floridaindependent.com

Lagi bete, belanja. Laper, belanja. Sedih….belanja juga! Nahh ini dia nih. Bagi yang suka belanja sebagai pelampiasan emosi. Tapi kalau setiap kali stress kita belanja yang ujung – ujungnya tambah stress karena uang kita habis kan gawat banget?

  1. Imajinasi Aktif

source: elviernes.es

Dari mata turun ke hati (eaaaa). Istilah ini ga cuma buat si doi, tapi berlaku untuk belanja. Saat sudah suka sama satu barang, kita langsung membayangkan bagaimana kalau kita punya barang itu, dan ilusi indah itu kepingin banget kita wujudkan jadi kenyataan.

  1. Ada Waktu, Ada Uang

source:imgur

Baru gajian, rekening tampak gendut sekali. Justru di saat – saat inilah bikin kita kurang aware dan cenderung lebih boros karena serasa jadi orang kayah. Padahal, kebutuhan kita sehari – hari atau tagihan yang harus dibayar masih ngantri tuh!

  1. FOMO (Fear of Missing Out)

source: gripped.com

Percaya atau nggak, komunitas kita berpengaruh ke gaya hidup belanja kita juga. Saat temen – temen beli baju baru, tas bagus, atau di IG story lagi makan enak, ada timbul rasa ingin merasakan hal yang sama. Hal ini sedikit banyak membuat kita tergoda untuk membeli barang yang sama supaya ga ketinggalan.

  1. Pengaruh Teman & Keluarga

source: eagleee.com

“Baju itu pas banget di badan kamu! Beli aja sekarang, tar nyesel loh.” Inget percakapan macam ini? Yupp, dan ujung – ujungnya yang tadinya ragu – ragu jadi beli beneran deh. Gak salah kalau memang kamu berencana beli. Tapi kalau di saat keuangan tipis hal seperti ini terjadi? Oh my…

  1. Diskon

modified image: financialadvisorheroes.com

Diskon itu bisa menguntungkan, tapi bisa juga membahayakan kalau ga hati – hati loh guys. Perlu bijak dan teliti menilai diskon supaya gak tertipu. Jauhi diskon abal – abal yang menaikkan harga sebelum dipotong.

  1. Teknologi

source: futureofcontext.com

Teknologi zaman now memungkinkan kita untuk belanja lebih mudah dan cepat. E-commerce, e-money, e-banking bikin kita bisa belanja di mana aja dan kapan aja, tanpa harus bawa – bawa cash ke mana – mana. Seperti pedang bermata dua, kenyamanan bertransaksi bisa memudahkan hidup, tapi juga bisa menyusahkan di kala kita belanja tanpa ‘rem’ seperti lupa bawa cash, mesti tarik uang di bank, atau tempat belanja yang jauh. Apalagi dengan iklan – iklan yang ada di internet. Wah, lebih berat deh godaannya

8 Faktor di atas hanyalah sedikit di antara banyak faktor lainnya yang bikin kita gila belanja. Gimana caranya bisa bertahan dari godaan hidup yang segitu banyak? Eits, tunggu dulu! Memang ada kalanya kita jatuh ke godaan belanja. Tapi, Bukan berarti semua impulse buying itu buruk loh (catett). Ada kalanya kita mendadak ingin beli sesuatu di luar rencana dan sebetulnya itu sah – sah aja, toh itu kan hasil kerja keras kamu dan gak salah kalau belanja sesuatu yang bagus bisa mengurangi stress. A-sal-kan tidak berlebihan. Yang gawat adalah, kamu belanja di luar kemampuan keuangan kamu sampai kamu terlilit hutang atau kelabakan saat butuh sesuatu yang lebih penting.

“Ada kalanya kita mendadak ingin beli sesuatu di luar rencana dan sebetulnya itu sah – sah aja. Asalkan tidak berlebihan.”

So, kalau sudah tahu penyebabnya, kamu sering kejebak di faktor yang mana nih? Dan kalau sudah sadar, apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegah atau mengurangi impuls – impuls belanja yang mematikan? Tunggu di blog selanjutnya ya… Ciao!

Comments

comments